Berbagai Macam Pengertian Autisme Menurut Pakarnya

Mengenal Berbagai Pengertian Autisme Menurut Para Ahli dan Cara Untuk Mengurangi Gejalanya

Ketika membahas mengenai autisme, apa yang terpikir di benak Anda? Pastinya, banyak yang berpikir mengenai anak yang sulit bersosialisasi. Selain itu, autisme juga sering dikaitkan dengan kesulitan ketika berkomunikasi. Kedua hal tersebut memang identik dengan autisme.

Namun, apakah yang sebenarnya disebut sebagai autisme? Untuk lebih jelas, berikut terdapat berbagai pengertian autisme menurut para ahli.

1. Kartono

Sebagai seorang ahli psikologi, Kartono berpendapat bahwa autisme berkaitan dengan pengendalian cara berpikir. Dalam hal ini, cara berpikir penderita autisme dikendalikan oleh kebutuhan dirinya sendiri. Mereka akan merespon lingkungan melalui cara pandang dan ekspetasinya sendiri. Selain itu, mereka juga bisa menolak realitas.

2. Supratikya

Supraktikya mengatakan bahwa penyandang autis ialah mereka yang memiliki ciri-ciri senang menyendiri. Selain itu, mereka juga bersikap dingin sejak masih kecil ataupun masih bayi. Mereka tidak memberikan respon seperti senyuman. Ketika hendak diajak berinteraksi, penderita autisme juga tidak peduli terhadap lingkungannya.

Mereka cenderung tidak mau berbicara. Apabila berbicara, intensitasnya sangat sedikit. Hanya ingin mengatakan ya ataupun tidak. Ada juga yang menuturkan ucapan-ucapan tidak jelas. Mereka juga tidak menyukai stimulasi berupa pendengaran. Selain itu, mereka juga senang memukul-mukul kepala atau melakukan gerakan-gerakan aneh.

3. Faisal Yatim

Sebagai seorang dokter, Faisal Yatim mendefinisikan autisme sebagai penyandang yang berperilaku semaunya sendiri. Hal tersebut bukan hanya terlihat dari cara berperilakunya saja, tetapi juga cara berpikirnya.

4. Sarwindah

Menurut Sarwindah, autisme ialah gangguan signifikan pada kemampuan berkomunikasi. Gangguan tersebut memiliki dampak jangka panjang dan mulai terdeteksi pada usia tiga tahun pertama. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi ini diduga menyebabkan anak autis menjadi penyendiri dan tidak merespon orang lain.

 

Penggunaan Vitamin Anak untuk Otak

Meskipun memiliki gangguan yang signifikan, bukan berarti autisme tidak bisa dikontrol. Jika diberikan pengobatan yang tepat, tentu gejala-gejala autisme bisa diminimalisir.

Salah satu hal yang patut dicoba ialah menggunakan vitamin anak untuk otak. Pemberian vitamin untuk otak akan membantu pemulihan otak anak. Nantinya, anak penderita autis dapat menjadi lebih fokus. Proses tumbuh kembang mereka akan berjalan lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Reply